Senin, 05 Juli 2010

KALA DARA BERKUBANG DUKA (Sayap Luka Manyar Mungil)

Thursday, July 1, 2010 at 11:12pm | Edit Note | Delete
KALA DARA BERKUBANG DUKA
(Sayap Luka Manyar Mungil)


*** C E R P E N *** K O L O S A L ***
:
Risma Widianti;
Bening Hati;
Nella Wulandari;
Leliana Lesmana;
Afrilia Kelana Utami;
Sue Munggaran;
Nana Podungge;
Nie Niezma Rosida;
Rachel Permana;
Uly Giznawati;
Wahyu Handayani Iswandi;
Arganita Widawati.



1.
SEKERUMUNAN burung manyar bergerombol di dahan-dahan pohon turi, bercengkerama, mematuk-matuk bunga-bunga teronggong, mengoyak-ngoyak kelopak-kelopaknya hingga putihnya luka lebam kecoklatan oleh paruh burung itu, serpihan kelopak kembang teronggong melayang-layang jatuh.
Dari bawah, pada sebuah kejauhan, seorang dara perhatikan polah laku mereka, hatinya pongah mengingat bahwa dia juga pernah atau malah sering berlaku seperti
burung-burung manyar itu, bersama anak-anak dan bahkan laki-lakinya, berebut riuh lauk urab-keluban yang dia sendiri acap memasaknya dengan porsi tak pernah berlebih.
Dara bermaksud menggoda cengkerama mereka, diambilnya sepipih batu pecahan genting, dilemparkannya ke rerimbun daun turi dan tak sedikitpun kena memang, tapi getar
daun-daun akibat lemparan batunya membuat sekawanan burung manyar tergelagap dan terbang tunggang-langgang ke berbagai arah.
Dara pun tersenyum seolah-olah hatinya ikut terbang, mengawang bersama burung, melepaskan segala gundah kepiluan yang selama ini dirasakannya.
Manyar-manyar terbang ke penjuru langit, saling berkabar, saling mencari. Mereka pergi dan suatu waktu kembali dengan hati yang lebih tertata.
Dara lepaskan gairah matanya, memandang daun helai demi helai rontok, tapi bukan itu yang dia kehendak, mematuk-matuk batu sampai pecah, dara memecah cintan yang hinggap di sayap manis kupu-kupu demi menitip selembar daun turi yang lantas lenyap di rerimbun daun seiring pecahnya cinta dan dia ingin sayap kupu-kupu itu patah biar dia masak saja rontokkan daun itu menjadi lalapan makan malam seperti biasanya.
Bayang langit hinggap meramu di kelopak bunga teronggong, menyibak kerumunan manyar dari mata langit. Dara melepas senyum pada katub paruh yang menebing, kerling indah menjemput bahagia bermakna saat tepian yang teraba hinggap bersemi rindang dalam peka rasa.
Dara suntuk memperhatikan polah burung-burung manyar itu, merona binar di antara serpihan poros bianglala yang merajam layar, hingga manyar itu merasuk di antara teratai mata terurai.
Manyar-manyar pun pergi menjauh dengan keriuhan yang membuat dara tergugu, termanggu lalu dalam pasung kebisuan, menekuri, merenungi, meratapi, sepi.
Mata dara berkaca-kaca, dia membayang, duh seandainya lengkung pinggangku bak perhiasan, pusarku bak cawan bulat, perutku berpagar kembang bakung, leherku serupa menara gading.
Manyar-manyar kembali berterbangan, menarikan lenggang sayap-sayap. Meski mereka bukan elang yang gagah menaklukan udara, tapi mereka kepik bintang yang cantik meruang angkasa selaksa senyum hias hati dara, alirkan ketenangan nan halus lembut, jernih.
Manyar di hatimu sungguh setenang sejuk pagi, damai. Peluh menggenang seiring
manyar-manyar terbang, gairahpun bertukar rupa jadi gelisah.
Kemana manyar-manyar itu menghilang?
Kemana?
Oh itu! Itu!
Mereka mengibas sayap menembus arsy. Mereka khusyu bincangkan ceroboh dara. Angin kabari hal itu ke hati dara dan sekonyong-konyong dara linglung, limbung.
Pada benak dara terlayar kekhawatiran sangat jika manyar-manyar itu berubah rupa jadi ababil-ababil perang.
Duh!
Duhai dara, cemburu kah kau kepada kami yang bercengkrama sepuas hati karena engkau seorang diri? Seekor manyar mendadak menukik, hinggap di tangkai telinga dara dan lantas berbisik lembut.
“Mengapa tak kau pinjam saja sayap Icarus dan lalu terbang bergabung bersama kami?”
“Apa yang ada pada benakmu, wahai dara?”
“Kami tak terusik, kami hanya terkejut, tersentak kemudian kan kembali ke dahan yang sama,” gumam seekor manyar sembari terbang rendah pada kumpulannya dan mulai mematuk-matuk teronggong.
“Ah kau manyar-manyar, kepolosanmu, kejujuranmu, kesahajaanmu, membuatku dengki, pinjami aku sayapmu, kuingin seperti kalian,” bisik hati dara yang kerap merasa sepi meski pada keramaian.

2.
SEEKOR manyar mungil menukik, kepaknya lemah, mencari tambat, ia terluka dan jatuh terkulai lemas. Segera dara menghampiri dan meniup angin mulutnya.
"Apa yang terluka hei mungil, maafkan aku …" bisik dara dan dia pun membawa manyar itu di pangkuan telapaknya. Darah perlahan menetes dari sayap manyar mungil, dalam satu helaan nafas telapak dara menyemburat merah. Merah serupa warna senja, merah serupa dara, merah mencabik kepedihan. Luka sayap manyar mungil adalah sayat luka hati dara.
Dan dara teringat akan dua belas masa yang telah dilaluinya, akan saja tetap seperti ini, hanya bisa menjadi pecundang yang cuma pintar melihat kegelisahan hati. Sementara darah manyar itu perlahan namun pasti mulai mengering.
Luka memang pasti tersembuhkan tetapi kenangan tidak pernah hilang, dan dara tidak ingin menambah kenangan buruk melihat manyar kecil itu mati sia-sia.
"Duhai manyarku tak hendak aku melukaimu," bisik dara.
"Ah tanganmu terlalu lembut untuk bisa melukai," lemah manyar kecil menjawab.
"Katakan padaku apa rupa kesakitanmu?" kembali dara membisik.
"Saat aku menikmati cakrawala biru itu dan …" tukas manyar sesenggukaan sembari menuding dengan cakar kering kakinya.
“Ya katakan saja mungilku?" sang dara tak sabar memotong kalimat manyar.
"Sebentar, sebentar... peluk aku dulu ... " tersengal manyar berkata.
"Baiklah ... begini kau nyaman?" senyum dara sembari menelangkupkan dua tapak tangannnya seakan selimut tebal bagi manyar mungil itu dan lantas kecupkan bibir ranumnya persis di paruh manyara itu.
"Auhhh ya,sepertinya sudah agak lebih baik ... " pekik manyar mungil kegirangan.
"Demi langit yang cerah, sembuhlah lukamu manyar mungilku dan berita apa yang kau bawa dari langit?"
"Ups ..." manyar menarik nafas selaksa beban yang demikian perkasa, "Takala aku bersama saudaraku menari-nari, bercanda bersama awan-awan itu, tiba tiba nun jauh di sana seorang lelaki tampan terlihat murung di tepian danau ..."
"Lantas ... " potong dara tak sabar.
"Ah sabarlah kau jelitaku …"
Sang dara tersipu disebut jelitaku oleh manyar mungil yang padahal tengah luka.
"Lelaki tampan itu terlihat murung dengan menggenggam mawar di tanganya ..... Aduuuhhhh, sayapku, sayapku jangan kau peluk terlalu erat …" tiba-tiba manyar
menjerit.
"Oh maafkan ... maafkan aku … ia maafkan aku, mungil ..." tergopoh sang dara mohon maaf.
"Ya, tak apa, maafkan pula aku membuatmu gugup …"
Hening. Seketika setelah maaf berbalas maaf.
"Hmmm … lalu beberapa dari kami mendekati sang lelaki itu ... Ah taukah kau apa yang terselip di punggungnya?"
"Apakah itu manyar kecilku? Belatikah, keris atau pedangkah?" tanya dara beruntun.
"Bukan ... bukan itu ..."
"Di punggungnya meyembul panah yang mengeruh … d-a-r-a-h!"
"Ah kenapa lela … "
"Sssttt … pelan kutanya ... wahai sang ksatria gerangan siapa yang memanahmu?"
"Apa jawabnya?!"
"Dia menjawab, ini adalah panah rindu dari sebrang danau yang jauh itu ... ia menusuk
aku hingga merajam setiap detak nadiku dan tiba-tiba segalanya … gelap, nanap, gelegap, lindap … wahai!"
"Kenapa?"
"Duhai jeliata … panah itu juga melukai tubuhku ... kini aku akan membawa kerinduan ini ke tempatnya, agar lukaku bisa mengering, juga sang lelaki itu perlu membawa kerinduanya agar lukanya juga mengering"
"Biar aku obati sini lukamu mungil ...."
"Tidak jelita … engkau takan bisa mengobati lukaku ... kerna engkau akan mengobati luka yang lain ..."
Dara tertegun. Manyar mungil tertatih mengembangkan sayapnya.
"Ah mari ku tolong ..."
"Tak usah, biarkan aku berusaha sendiri menemu peraduan sunyiku dan semuanya akan cepat pulih," sahut manyar pasti.
Manyar itu terbang lemah diantara gerombolan manyar gesit lainnya.
Detik-detik ketiak waktu yang semakin kunjung berdetak.
Lirih dara tak ingin letih membayang manyar semakin terkapar tak berdaya dalam kelananya.
Dara, lelehkan embun bening di kedua bola matanya sambil tak lelah melambaikan kelima jemarinya.
“Setia aku menantimu kembali, dalam peraduan waktu yang kiranya, akan lekas temukan
kita dalam satu tempat demi menjabar arti dan makna pengembaraanmu ...” senyum dara merona pada titik perpisahan senja ini.

3.
MANYAR mungil meski tertatih kembali melanjutkan kembaranya memperindah angkasa, ah meski engkau tengah kesakitan nyatalah tetap cantik kepakmu kala mengarungi awan awan biru. Liihat, seolah gugusan itu menyambut kebahagiaan nyata. Manyar memang terlahir untuk mencerahkan langit, menenangkan gundah hati. Tataplah kedamaian angkasa berhiasankan manyar-manyar mungil, niscaya ketenangan jiwa akan kau dapati. Sang dara tersenyum menemukan arti dalam dialog bersama sahabatnya tadi.
''Iya aku telah menemukan jawaban untuk sejuknya hari. Hening, bening, senyum simpul terbawa ke peraduan mimpi malam ini''.
Dara terlentang di hamparan hijau permadani rerumputan menatap birunya langit bening hening, oh inikah kesendirianku? Terpejam mata dara. Lihatlah, kelopak matanya bergetar, ada butiran bening di sudut-sudut matanya yang tetap pejam. Entahlah, apa yang ada di benaknya dan sebuah sentuhan halus membelai pipi dara,kelopak mata indahnya terbuka perlahan ... sepasang sayap mungil yang memberikan sentuhan hangat. Sayap manyar mungil membelai lembut pipinya, mengusap air matanya
"Hai, mengapa kau kembali?" tanya dara sambil merengkuh manyar ke pelukan.
"Aku ingin bersamamu ..." bisik manyar.
"Sungguhkah?" dara heran tak percaya.
"Ya, karena kita adalah kembaran jiwa. Kita akan selalu bersama membuang rasa sakit
kesendirian kita ..." bisik manyar lagi.
Dara hanya terpana, senyum pun perlahan tersungging di bibir mungilnya, dipeluknya manyar ke arah jantungnya.
"Kita akan saling menjaga ..."
Kini dara dan manyar mungil kembaran jiwanya mencoba menarikan tarian indah, tarian yang bermakna kebersamaan. Mereka akan menari sembari terbang, melayang, menggapai bahagia yang paling bahagia.
Di negeri entah ...

*** REPUBLIK KOLOSAL, 30 JUNI 2010 ***
Updated on Thursday · Comment · LikeUnlike

Protes Langkah

Protes Langkah..

Friday at 3:16pm | Edit Note | Delete

Langkahmu selalu jauh meninggalkan Langkahku..
Langkahmu selalu cepat tidak selambat Langkahku..
Adakalanya kamu menoleh dan berteriak..CEPAT..!!
Menyebabkan aku tersentak kaget dan mempercepat Langkah mungilku..
Secepat Langkahku mengejarmu tetap tidak bisa sejajar..
Dengan nafas yang memburu aku hanya memohon..TUNGGULAH..

(Hhhhhhh.....aku tidak pernah mengerti kenapa kamu tidak memeluk agar Langkah kita sejajar..)

Hanya bisa membentakbentak..
Hanya bisa menyalahkan..
Hanya bisa menyeretnyeret..

(Hhhhhh.....aku tidak pernah mengerti kenapa kamu tidak memeluk agar Langkah kita seirama..)

Baiklah..
Kamu pikir aku selalu melangkah dibelakangmu sekarang..??
Kamu pikir aku selalu ketakutan dan bergegas jika dibentakbentak..??
Tidak lagi..

Sekarang dibelakangmu,
Aku bisa saja membelok..
Aku bisa saja berganti arah..
Aku bisa saja berhenti sesukaku..

Dan jika kamu menoleh nanti..
Mungkin saja kamu tidak akan menemukan aku melangkah dibelakangmu lagi..

Kaki Kita... ♥


Written on Friday · Comment · LikeUnlike
Masrun Syah, Uly Giznawati, Afrilia Kelana Utami and 5 others like this.
Ning Bening Hati
Ning Bening Hati
Waduh..

Kira-kira jawabnya begini..

Pandai sekali engkau sekarang... See More
Memutar cara melari arah
Tidakkah kau tau maksud bentakanku?
Karena aku tak mau dirimu hilang...

Hehehe...ma'af ya mbak bila tidak berkenan..

Salam manyar..
Friday at 4:54pm via Facebook Mobile · LikeUnlike ·
Nana Podungge
Nana Podungge
wah, keren!

salam manyar untuk Sahabat Manyar
Friday at 4:54pm via Facebook Mobile · LikeUnlike ·
Wahyu Handayani Iswandi
Wahyu Handayani Iswandi
tulisan yang cantik Mbak! I like it so much! Benar tuh Mbak Gha, yang terparah adalah saat kita kadang gak sadar bahwa kita juga ikutan menyeret-nyeret orang di sekeliling kita. Mungkin yang terbaik adalah memberikan daya dan kekuatan untuk membuat yang tertinggal langkahnya jadi sejajar! Dan,,,,akulah yang paling sering ketinggalan langkah dan terseretseret niy! Hihihihi.....
Friday at 4:59pm · UnlikeLike · Loading...1 person ·
Sue Munggaran
Sue Munggaran
Gha..iyaaa...msg2 jd pny irama langkah sndr2..pny kecepatan sndr2..
smestinya sebuah pelukan bisa membwtnya senada seirama.. =) beugh..kok jd ingat salah program TV jaman baheula... he he hee
Friday at 4:59pm · LikeUnlike ·
Arganita Widawati
Arganita Widawati
::
hehhehehe....hihiih :p hu-umph mbak......:)

salam Manyar utk Mba Bening, Mba Nana dan Mba Wahyu...^_^
Friday at 5:00pm · LikeUnlike ·
Sue Munggaran
Sue Munggaran
Ning..
hwa hwa hwa...makanya jgn dibentak2 terus..kan jd kabur dech.. peluklah..itu lbh dibutuhkan..
Salam Manyar =)
HV nice w"end yaa...
Friday at 5:01pm · LikeUnlike ·
Wahyu Handayani Iswandi
Wahyu Handayani Iswandi
Ayo....berpelukan! Gaya teletubies! Hihihi,,,,Sipp! salam manyar!
Friday at 5:01pm · LikeUnlike · Loading...1 person ·
Indrie 'iin' Matrie
Indrie 'iin' Matrie
Sabarmu sudah rebah,,yg say
Mungkin saja kau akan melangkah sejajar dgnnya,,
Tp jd sprt rel kereta api saja,,
Tak pernah brtemu,hehehe
Smg TIDAK!otreh?
Friday at 5:02pm via Facebook Mobile · LikeUnlike ·
Sue Munggaran
Sue Munggaran
Wahyu...heheheee...
give me a Big HUG... =)
Friday at 5:03pm · LikeUnlike ·
Sue Munggaran
Sue Munggaran
Indrie..
stidaknya ada satu titik ktika sama2 berhenti..Langkahpun sejajar =)
thx yaaa...
Friday at 5:05pm · LikeUnlike ·
Sue Munggaran
Sue Munggaran
Nana...jempolnya g kalah cantik ma jempolnya Wahyu n Gha..=)
Friday at 5:06pm · LikeUnlike ·
Wilu Ningrat
Wilu Ningrat
^^^
GW setuju sama Bening ... sapa tau justru kalo gak pakai bentakan mereka justru udah ilang dari dulu!
apalagi kalo yg ngebentak cuma lidah-mulut, yang padahal ... lidah-hatii
pembentaknya malah jilat-jilat jalari keringat pada sekujur ragajiwa.
... See More
duh, eh ...
ini bukan tentang gw dalam mensuport Republik Perempuan kan?
lah lah lahhhh ...
ampyyyunnn dahhh ...
Friday at 5:10pm · LikeUnlike ·
Tombus Siagian
Tombus Siagian
Betool...jangan cuma protes doaang..! Langsung ambil tindakan...dengan mencuri langkah. Kalo tidak kamu bisa salah langkah, bahkan mati langkah....hehe..he...
Friday at 5:14pm · LikeUnlike ·
Sue Munggaran
Sue Munggaran
Nana..thx yaa..

Mas Wilu...aaichh Lidah Hati...itu keren bgt..
Bukaaaaan ini bkn tntg Mas wilu..(yg mskpn suka bentak2...hiiiii.. ) ini mgkn aq jdkn nanti bwt ending nya Af-Wiel..bukankah konflik di setiap pasangan..salah satunya krn mereka "berjalan-melangkah" tidak seirama..
Friday at 5:23pm · LikeUnlike ·
Sue Munggaran
Sue Munggaran
Tombus..
ahaaay..apakah strategi sang Penghitung bisa diterapkan disini..?? tidak boleh melebihi langkah sampai hitungan 21..untk mendapatkan BUST..he he hee..
thx yaa..smg tidak mati langkah
Friday at 5:29pm · LikeUnlike ·
Nana Podungge
Nana Podungge
main catur kali ye si Tombus? hahaha ...

Mas Wilu, kalo ngadepin Nana yang super duper lelet boleh dah pakai melotot dan membentak, hahaha ...
Friday at 5:46pm via Facebook Mobile · LikeUnlike ·
Ning Bening Hati
Ning Bening Hati
Betul-betul-betul...salam kasih dan sayang buat sahabt semua..*_*..
Friday at 6:02pm via Facebook Mobile · UnlikeLike · Loading...1 person ·
Sue Munggaran
Sue Munggaran
Nana..iya tuch..Tombus jago bgt main caturnya..selalu.. SKAK..!! he he he...
Friday at 6:02pm · LikeUnlike ·
Sue Munggaran
Sue Munggaran
Kumbang..lg terbang yaa..jd hanya jempol"mu yg mengunjungi aq..
Friday at 6:03pm · LikeUnlike ·
Afrilia Kelana Utami
Afrilia Kelana Utami
He2 ...
Jujur, aku tersenyum cemimisan membaca ini mBa' Sue..
Selalu asik karyamu ini.
Friday at 6:05pm · LikeUnlike ·
Ksatria Kumbang
Ksatria Kumbang
Nah, yang ini lumayan. Saiya kategorikan kedalam sajak lugas. Namun minimnya permainan imajinasi, di mana hal itu menjadi salah satu kekuatan sebuah sajak, maka sajak ini terdengar kurang tajam. Ibarat burung, sayapnya lemah. Ibarat banteng, tanduknya kecil dan tumpul. Ibarat lelaki, mungkin sedikit impoten. Haho...

Namun dua baitnya yang berbunyi... See More:" aku tidak pernah mengerti kenapa kamu tidak memeluk agar Langkah kita seirama.." sedikit membuat sajak ini terlihat "bangun" dari kantuknya. Owgh..

Ibu Sue, saiya senang sekali mendapat tag tulisan-tulisanmu. Jangan kapok. Salam hangat Ksatria.. (dan saiya sedang memperisapkan lamaran lagi.. Ssssssttt!! Uhuk!!)
Friday at 6:06pm · LikeUnlike ·
Sue Munggaran
Sue Munggaran
Afri...aiiich..aha haay...makasih yaa Afri sayang... =)
Friday at 6:11pm · LikeUnlike · Loading...1 person ·
Sue Munggaran
Sue Munggaran
Kumbang..
ooch..tulisanku bisa masuk ke kategori SAJAK...?? waach ini satu prestasi bwt aq..he he hee..biarpun trnyt masiiiiiiih bnyk salaaaaaahnya..
pdhl aq kan asal nulis aja... =)
aq sungguh g ngerti..sajak itu yg gimana..puisi itu yg gimana..prosa itu yg gimana..aaach teoriku seminim bulu alisku..
... See More
Kumbang..jgn prnh bosan yaa..kl aq tag tulisan2 aq..jangan pernah bosan ksh masukan...aq gpp kok kl dicercamaki jg.. =)

sssssttt...siapa yg km lamar sekarang..kok aq g dksh tau..?? gitu yaa..
Friday at 6:16pm · LikeUnlike ·
Tombus Siagian
Tombus Siagian
@:Nana P...Kalo kepepet, langsung aja Sue suruh ambil langkah seribu....hihi..hi..
Friday at 6:18pm · LikeUnlike ·
Sue Munggaran
Sue Munggaran
Nanaaaaa...Tombus jgn didengerin yaaa...kik kik kik
Friday at 6:20pm · LikeUnlike ·
Martin Moentadhim Sri Marthawienata
Martin Moentadhim Sri Marthawienata
"dan jika kamu menoleh nanti... mungkin saja kamu tidak akan menemukan aku melangkah di belakangmu lagi...." Setuju!!!! Goolll!!!!
Friday at 6:25pm · LikeUnlike ·
Sue Munggaran
Sue Munggaran
Mas Martin..aha haay..mentang2 lg demam piala dunia nii..ada kata Gooll...nya... =)
Friday at 6:28pm · LikeUnlike ·
Ksatria Kumbang
Ksatria Kumbang
Ahaiiii... tak ada yang salah sama tulisanmu, Bu. Ini soal kesan pembaca kok. Jadi saat seorang sastrawan macam dirimu menerima kritik, itu tidak berarti sajakmu jelek, apalagi salah. Bisa saja pembacanya adalah pembaca yang jelek. Atau punya perspektif berbeda. Begitulah, saat sebuah teks itu sudah di publish, maka ia adalah milik semua orang. Dan... See More saiya takkan bosan menerima tag-mu.. amazing!! (Maaf, saiya memang banyak komment kalo melihat sajak menggelitik seperti ini. Gatal kalo cuma muji2. Hohoho..)

Apa? Siapa lagi? Owalahhh.. ya orang yang sama toh, Bu. Saiya ini kumbang baik dan setia. Dan lagi, sepertinya hanya orang yang seperti itu yang bisa meludahi saiya?? yang bisa membuat saiya betul2 ejakulasi?? (Saiya belajar dari puisi ibu yang dulu itu. Pokoknya Ibu Sue mesti tanggung Jawab! Kwkwkwk..)
Friday at 6:30pm · LikeUnlike ·
Sue Munggaran
Sue Munggaran
Kumbang...aduuch aq kan bukan sastrawan...aq jg bukan pengemis cintaaaaaa...(diich kok jd ingat lagunya Jhony Iskandar yg melengking itu yaaa..kik kik kik..)..
Kumbang..aq senang kl aq bisa menggelitiki km..abis biasanya kn km anti gelitik kl lg pk baju zirahmu yg super tebal itu.. =P

Ooooch...orang yg sama...?? jd km udh siap perang dgn s ... See MoreMANDILOG..?? wuaduuch..aq hrs siapkan cemilan lg aaach...g mo terlewati babak yg menegangkan ini..
Huuussssh,..aq blm tulis tntg Ejakulasi lhooo..aq baru nulis tntg Ereksi...naaach beda kan...wk wk wk...jd aq lepas tanggung jawab =P
Friday at 6:37pm · LikeUnlike ·
Uly Giznawati
Uly Giznawati
pemberontakan dalam diam
ketika keinginan berseiring malah bentakan yang didapat maka kekuatanpun terbakar untuk bisa lepas dari bayang bayang

keren mbak sajaknya
mf telat, baru nyampai rumah, hiks... See More

salam manyar.
Friday at 7:08pm · LikeUnlike ·
Sue Munggaran
Sue Munggaran
Uly..trmksh atas ulasannya..udh bisa memahami tulisan aq ini..apalg udh dibilang keren...ooch.. =)

istirahatlah..biar penatmu hilang..
Salam Manyar... =)
Friday at 7:13pm · LikeUnlike ·
Leliana Lesmana
Leliana Lesmana
hahaha..bener..bener..nanti kalau dia noleh ga nemu kan pasti nyari kamu lari didepan dia..loh seperti main petak umpet hahaha...
Sue...Sue..lucu kamu..
Friday at 8:23pm · LikeUnlike ·
Sue Munggaran
Sue Munggaran
Leli..aiich kebayang...he he heee..trs lari2nya di taman..muterin pu"un kyk pelem indihe...guling2an di rumput...ha ha haa.. =)
Friday at 8:31pm · LikeUnlike ·
Gugus Diawan
Gugus Diawan
akhhhhh, kamu tak pernah menghitung jarak..... waktu dikali kecepatan......
Friday at 10:25pm · LikeUnlike ·
Sue Munggaran
Sue Munggaran
Haniiih...gmn kl yg di ingetnya cm rumus.. F=m.a

buruaaaan..balik..lama amat...kan mo k Bdg
Friday at 10:30pm · LikeUnlike ·
Gugus Diawan
Gugus Diawan
tanggung...bolanya rame bleh
Friday at 10:42pm · LikeUnlike ·
Sue Munggaran
Sue Munggaran
Grrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr............. memble dech =P
Friday at 10:44pm · LikeUnlike ·
Gugus Diawan
Gugus Diawan
tenang bleh, taruhannya yang kalah nggak boleh ngomong 2 hari
Friday at 10:50pm · LikeUnlike ·
Sue Munggaran
Sue Munggaran
hwa hwa hwa..smg my Hanih yg kalah...tnp ngomong..?? whuaaa..belum kejadian dech..mana besoknya mo reuni SMA..hi hi hiii..
Friday at 10:53pm · LikeUnlike ·
Sue Munggaran
Sue Munggaran
Haniiiih..mas Bill nyariin tuch..Hp kok pd g diangkat..??
Friday at 10:56pm · LikeUnlike ·
Gugus Diawan
Gugus Diawan
pake no mana dianya......
Friday at 10:57pm · LikeUnlike ·
Sue Munggaran
Sue Munggaran
td pk yg XL..
Friday at 11:00pm · LikeUnlike ·
Djamhur Djadjang Mimbar
Djamhur Djadjang Mimbar
Sudah sering kali ku katakan sebaiknya langkah kita pasti berbeda
langkahku di perintah langsung oleh otak
sedangkan . .
langkahmu di perintah melalui hati . . .
sudahlah . . ... See More
berhentilah . . .
walau langkahku gagai lari tapi tak pernah ingkar dari tujuan dan tak penah lari dari jejak tanggungjawab. . .

*tapi rering aku lihat jejakmu . . .lebar dan jebrak pasti ngesot deh . . .kekekekekek
Saturday at 1:00am via Facebook Mobile · LikeUnlike ·
Sue Munggaran
Sue Munggaran
Keren..

tp knp suasana syahdu ini jd dirusak oleh katakata suku Jebrak n ngesot segala...duhai..

*padahal msh ada satu yg belum km tau..kakikaki aq terkena RoRoMBeHaN stadium akut..ooch*
Saturday at 1:03am · LikeUnlike ·
Djamhur Djadjang Mimbar
Djamhur Djadjang Mimbar
Gak aneh deket jempolnya jg ada mata ikan . . xixixixi . . .
Saturday at 1:09am via Facebook Mobile · LikeUnlike ·
Sue Munggaran
Sue Munggaran
yeeee..yg itu mah udh aq silet kemarin..kan km butuh bwt campuran obat penyubur kumis km...
Saturday at 1:11am · LikeUnlike ·
Rachel Permana
Rachel Permana
duh indahnya.....
Saturday at 7:27am · LikeUnlike ·
Sue Munggaran
Sue Munggaran
Rachel..
Thëηgkĭüù..buanget cantik..
Saturday at 9:24am via Facebook Mobile · LikeUnlike ·
Nella Sriwulandari
Nella Sriwulandari
yuhuuuu sae kak Sue, , protesnya langkah kan najongan tah , hayooo ...!! thanks sahabat manyar :)
Saturday at 1:43pm · LikeUnlike ·
Sue Munggaran
Sue Munggaran
Nella...he he hee..kade ach kl melangkah d PRJ..bisi kadupak bujur batur..kik kik kik
6 hour

Jumat, 12 Februari 2010

Dan saya tidak suka... titik !


Saya tidak suka lihat gaya kamu pada saat bertemu...
Saya tidak suka dengan gaya bicara kamu..
Saya tidak suka dari cara kamu menyentuh..
Saya tidak suka..tidak suka..tidak suka...tidak suka kamu...!!!!!!

jangan paksa diri kamu biar saya menyukai kamu..

karena..

SAYA TIDAK AKAN PERNAH SUKA KAMU....!!!!!

Senin, 02 November 2009

APAYANGHARUSAKUPILIHSEKARANG..
KETIKASEMUAPILIHANMENJADITIDAKBERARTI..
AKUTIDAKBERHAKATASKEHENDAKKU..
BUKANPILIHANKU..

Kamis, 05 Maret 2009

Cuma..Kita..yg Ngerti

siapa lagi yg tau ini
kecuali
hanya
kita
berdua













Selasa, 03 Maret 2009

Hati Senang Riang Gembira Bersama Myme..

Myme hari ini lucu dengan topi kupluknya..dengan jacket tebalnya..
"persiapan diserang matahari" kata myme sambil nyengir

Myme bercerita waktu pergi ke yogja dengan tour Band nya
"kotanya gede juga ya.."
"aku makan nasi kucing di malioboro.."
"nginepnya di wisma, masih baru..kamarnya aja bau cat"
"kita sekamar ber4..tidurnya uyel2an"

Myme pesan menu makan siang (seperti biasa menunya berat...) nasi dengan ayam bakar+sayur asam+sambal..minumnya Es campur
"Asiiiin....masakannya asin"
ha ha haa...Myme sisain sedikit ayamnya..sedikit sayur asamnya
(aku juga merasa tertipu dengan lontong cap go meh..yg ternyata ga jauh beda dgn lontong sayur...ha ha haa..menu makan siang kita yang sangat krodit..)

Myme terkantuk2 dengan mata cipitnya
"aku tidur jam 4.."

Myme pesan mie ayam dan aqua
"enak..enak...dan banyak..kita bisa berbagi"
uuuupppssss...saking semangat potong bakso...kuahnya tumpah membanjiri meja dan sedikit tumpah di celana jeans mu
kita tertawa

Myme teriak senang waktu lihat dia dikirim foto2 di yogja
"aku mau ganti foto aku achhh..."
dan cemberut ketika komputernya LoLa...loading lama
ha ha ha...

Myme masih sempatkan curi2 cium leher..pipi dan bibir
"aku kangen..."
(aku juga...)

Myme melangkah pulang ketika sore beranjak gelap




Senin, 02 Maret 2009

Ketika lidahku kelu
Sebaris kata2 menggeliat pilu

Benak disesaki kisah2 dahulu
Hati menjerit perih serasa diiris sembilu

Persetan dengan seribu kata malu
karena dia setan iblis penghisap bak benalu

Jantung berderak seperti dihantam pukulan palu
Kubunuh dia dengan hitungan waktu telu...
1
2
3
dia harus mati...!!!!!